Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Punya Penerbitan Sendiri di 2019. Why Not?

Copy-Paste - Menjadi guru buat saya dan suami itu seperti panggilan hati. Tetapi kami merasa manfaat yang ditebar dengan menjadi guru belum cukup luas. Selain itu, saya selalu tertantang untuk memiliki karya sendiri. Salah satu jalan yang saya ambil untuk melahirkan karya adalah dengan menulis di blog yang sudah saya lakukan sejak tahun 2016. Tapi melihat statistik blog saya yang seret rasanya mimpi saya sangat jauh dari kata tercapai. Sumber gambar : www.caleidoscope.in Blog saja tidak cukup. Ada banyak faktor kenapa blog saya seret pengunjung. Selain karena kualitas tulisan saya yang masih tahap belajar dan saya tidak paham apa itu SEO blog, salah satu alasan lainnya juga karena minat baca Indonesia masih rendah. Tidak banyak orang di pertemanan saya yang suka membaca, khususnya membaca tulisan saya. Saya berani bilang ini alasannya setelah membaca curhatan salah satu dokter yang populer di instagram. Menurut beliau, edukasi melalui blog kurang besar daya jangkaunya dibandi

Permainan Berpikir Kritis untuk Bab Teorema Pythagoras: Puzzle Pembuktian Teorema #MathMate

Copy-Paste - Belajar teorema rasanya kurang lengkap tanpa pembuktian. Tapi apakah pembuktian teorema itu dapat dilakukan oleh siswa sekolah menengah pertama khususnya kelas 8? Sepertinya tidak, tapi ternyata dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat pembuktian teorema Pythagoras jadi mudah. Sebelumnya coba kita ingat dulu bunyi teorema Pythagorasnya yuk! Bunyi teorema Pythagoras menurut wikipedia Teorema Pythagoras berbunyi : Kuadrat dari hipotenusa (sisi di hadapan sudut siku-siku sebuah segitiga) sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi lainnya. Mengapa penting untuk mengajarkan siswa membuktikan teorema?  Jujur menurut saya mempelajari teorema itu bukan hal yang 'wajib' kalau tidak diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan. Hal yang lebih penting ditekankan dalam pembelajaran itu adalah kemampuan serta kerangka berpikirnya. Membuktikan teorema itu meminimalisir penggunaan alat (dalam hal ini penggaris)  dan hal-hal yang bersifat khusus untuk meningkatkan t

Bawa Anak Ngajar : Review Gendongan SSC dari Nana Babycarrier

Copy-Paste - Keseharian saya dan baby Q yang usianya baru 7 bulanan ini adalah mengajar di sekolah (kesibukan ini sudah dimulai dari baby Q usia 3 bulan). Saya tinggal di lingkungan pesantren, sehingga jarak dari rumah ke sekolah dekat, yaitu hanya sekitar 300 meter. Tapi track yang dilaluinya itu masih tanah dan bebatuan, selain itu juga jalanannya menanjak. Kebayang dong bun gimana rasanya harus gendong baby Q kemana-mana? Sedikit gambaran lagi nih, saya itu belum berani menitipkan baby Q ke orang lain di luar pantauan saya, kecuali ke nenek atau ayahnya. Nah, jadi sehari-hari baby Q ini ikut saya ke sekolah. Kadang berangkatnya sama saya kalau ayahnya sudah berangkat, kadang juga sama ayahnya kalau saya punya jadwal ngajar pagi. Tapi pulangnya dari sekolah kebanyakan ya sama saya, karena jadwal ngajar saya lebih dulu selesai dibanding ayahnya. Jadilah saya gendong baby Q dan bawa tas besar (tau lah yaa peralatan perang mommy dengan bayi? :D) berjalan kaki di siang hari. I